Nginep Gratis Semalam di Marina Bay Sands, Hotel Impian di Singapura

Beberapa waktu lalu awal Maret 2019, saya mendapatkan kesempatan berkunjung ke negara tetangga. Iya, Singapura. Memang sih hanya bertugas dua hari satu malam di Negara berlambang Singa itu. Tapi yang membuat sangat antusias yakni lokasi penginapannya, Hotel Marina Bay Sands.

Biasanya cuman bisa membayangkan kapan bisa nginep di hotel dengan kapal raksasa bertengger di atasnya. Apalagi Marina Bay Sands juga menjadi salah satu ikon di Singapura. Beberapa tokoh penting ataupun penyanyi terkenal pernah menginap di sana. Jadi serasa “dream come true” lah.

Marina Bay Sands (foto pribadi)

Karena dapat penerbangan pagi, sampai di Singapura pukul 10.00 waktu setempat. Padahal untuk check in pukul 14.00 SST (Singapore Standard Time).

Saat itu saya hanya memberikan email saja buat nunggu pemberitahuan ke petugas. Sehingga pemberitahuan akan check in tinggal dicek di email. Bila sudah tersedia, kita hanya perlu menunjukkan bukti email dan menerima kunci kamar. Lokasi check in ada di tower satu dan Marina Bay Sands punya tiga tower.

Saya dan rombongan menyempatkan lihat-lihat sama kelilingi hotel buat nunggu jam makan siang. Gede dan punya mal sendiri bikin kagum dan geleng-geleng kepala. Beberapa kali mencoba jalan sendirian, pasti nyasar dan bingung.

Penampakan lokasi check in Marina Bay Sands tower Satu (foto pribadi)

Mal di Marina Bay Sands. (Foto pribadi)

Oh iya, Marina Bay Sands ini memiliki banyak restoran. Untuk makan siang kali ini saya berkesempatan makan di Restoran Rise di dekat eskalator tower satu. Banyak pilihan makanan dan tinggal pilih.Seafood nya bikin ngiler.

Tapi saya memilih makan 🍣 sushi. Segar banget dagingnya, jadi tergoda. Maklum agak susah lidahnya buat makanan yang sedikit aneh (kebiasaan tinggal di kampung, maklum)

Foto pribadi

Foto pribadi

Foto pribadi

Suasana restoran nya (foto pribadi)

Karena menggunakan kaca pada bangunan hotelnya, setiap siang hari sebagian penerangan sebagian dimatikan. Sekaligus hemat listrik (TOP) perlu dilakukan di Indonesia.

Selesai makan waktunya check on dan saya dapat kamar di lantai 27 tower satu. Kamar di Marina Bay Sands Singapura ini mencapai 2.500 buah.Saat memasuki kamar cuma bergumam “luas ya”.

Pertama yang saya cek yaitu kamar mandi. Luas dan ada bathub nya. Lumayan buat berendam. Pemandangan dari kamar saja bikin betah.

Tak lupa saya langsung coba WiFi gratis yang kecepatannya jangan ditanyakan. Film-film di Netflix langsung bergantian ter-download.

Luas banget sih. Maklum keseringan ke hotel budget (foto pribadi)

Sayangnya nggak dapat yang ada balkonnya. (Foto pribadi)

Foto pribadi.

Setelah check in, saya disibukan dengan kerjaan hingga malam hari. Waktu makan malam pun, kita satu rombongan mendapatkan kesempatan mencicipi makanan di Restoran db Bistro. Tapi maaf saya lupa mengabadikan fotonya.

Karena tersambung dengan mal, banyak pilihan makanan ataupun tempat nongkrong buat kalian yang datang ke Marina Bay Sands. Tinggal milih berdasarkan budget yang kalian miliki. Dari mulai yang murah meriah sampai paling mahal.

Untuk sarapannya Marina Bay Sands juga menyediakan beberapa restoran. Dan pagi itu, saya sarapan di Restoran Club55 yang berlokasi di lantai paling atas. Yang berhadapan langsung dengan lokasi paling favorit, Skypark.

Menu sarapannya pun tergolong mudah diterima oleh lidah saya yang sudah adaptasi ini. Buah yang segar, daging, ayam, nasi goreng hingga sup pun disediakan. Pelayanannya pun bikin betah, soalnya ramah banget.

Maklum belum terasa makan kalau belum makan nasi. (Foto pribadi).

Setelah sarapan pun saya menyempatkan berkeliling di Skypark berbentuk kapal ini. Kolam renangnya nya dari pagi sampai malam hari tak sepi oleh pengunjung.

Mulai dari yang renang ataupun seperti saya yang hanya mengabadikan momennya.Banyak loh artis ataupun atlet papan atas yang mengabadikan foto di kolam renang ini.

Foto pribadi).

Foto pribadi.

Foto pribadi.


Foto pribadi.

Menurut saya hotel ini worth it untuk dicoba sekali-sekali. Sebab fasilitas serta servis yang diberikan nggak perlu diragukan. Hotel yang memiliki tarif mahal di Singapura ini memberikan fasilitas seperti Skypark, mal dengan berbagai barang mahal hingga casino.

Makanya nggak heran bila banyak orang penting dan tokoh papan atas bergantian ke Marian Bay Sands. Tak hanya itu, kawasan ini juga terintegrasi dengan Stasiun MRT Bayfornt Aveneu. Jadi nggak perlu bingung bila ingin menjelajahi bagian lain di Singapura.

Menjajal MRT Jakarta .. Bisa Sekalian Piknik ??

Akhirnya MRT Jakarta mulai beroperasi dan ikut nyoba waktu belum berbayar seperti sekarang. Jangan tanya penuhnya seperti apa ya, PENUH dan manusia numplek jadi satu.

Wajar sih, soalnya udah ditunggu dari puluhan tahun lalu kan.. (Ada kebanggaan tersendiri lah)

Jadi nggak perlu ke Singapura, Malaysia ataupun Thailand kalau mau nyobain MRT. Tinggal ke Jakarta aja. Kereta Ratangga siap anterkan kalian dari Lebak Bulus sampai Bundaran Hotel Indonesia.

Jadi, waktu masih ujicoba kita harus daftar secara online di ayocobamrtj.com dan langsung terdapat petunjuk jelas dan diarahkan ke Bukalapak. Untuk satu kali pendaftaran maksimal untuk dua orang calon penumpang.

Yang penting daftar dulu, jadi sampai di stasiun tinggal menunjukkan ke petugasnya aja sih. Beberapa retail pun sudah tampak terlihat, seperti Alfa ekpres dan Starbucks. Nanti rencananya juga ada Daiso (khas Jepang), AW, Bakmi GM, UMKM di sejumlah stasiun.

Kita kenalin dulu nih, MRT Jakarta ini melewati 13 stasiun yaitu terdapat tujuh stasiun layang, yaitu Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M dan Sisingamangaraja atau ASEAN.

Selanjutnya enam stasiun MRT bawah tanah, yang terdiri dari Stasiun Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, Bundaran Hotel Indonesia.

Contoh suasana di Stasiun MRT Lebak Bulus (foto pribadi)

Rencananya nanti MRT Jakarta akan membelah Ibu Kota dari Utara ke Selatan, Barat ke Timur. Ditunggu saja ya guys..

Karena belum menggunakan kartu, setelah dicek sama petugas, kita langsung menuju lokasi peron untuk menunggu kereta. Karena dari Stasiun Bundaran HI, jadi kita menuju stasiun bawah tanah. Tenang, ada tangga dan eskalator (ikutin petunjuk yang ada ya, seperti tetap mengambil sisi kiri ketika naik eskalator, jadi sebelah kanan buat yang mendahului). Harus tertib, biar kaya di Jepang hahhaha

Jangan takut tak ada sinyal, sejumlah provider telah bekerjasama dengan pihak MRT Jakarta. Jadi nggak perlu khawatir bila ingin langsung update di media sosial.

Waktu nunggu kereta pun kita harus antre berdasarkan petunjuk yang ada. Garis kuning untuk mengantre dan warna hijau tandanya dahulukan penumpang turun. Karena pengen mencoba, kita langsung ke Stasiun Lebak Bulus. Dengan jarak tempuh kurang lebih 16 kilometer, itu bisa ditempuh dalam waktu 30 menit loh. Ketepatan waktunya juga nggak perlu diragukan.

Suasana di Stasiun Istora Mandiri (foto pribadi)

Selain menjadi sejarah, terdapat beberapa lokasi untuk piknik di sekitar stasiun MRT. Ternyata ada loh lokasi piknik yang terjangkau dari stasiun MRT, karena bisa diakses dengan jalan kaki.

Salah satunya, yaitu Little Tokyo …Bagi pencinta kuliner Jepang, bisa cobain semua makanan Jepang di Little Tokyo. Lokasinya di kawasan Blok M, jadi kalian yang pengen datang, bisa turun di Stasiun Blok M, terus ambil jalur keluar ke arah Blok M Square yaa, tinggal pilih saja kalian mau makan apa. Harganya terjangkau dan dijamin enak-enak .. (ramen, udon, sushi 🍣).

Sushi (foto pribadi)

Apalagi ketika ada acara-acara atau festival khas Negeri Matahari Terbit. Selain banyak menu makanan yang murah meriah, dekorasi, ornamen dan pertunjukan nya pun bikin nggak mau pulang. Soalnya serasa di Jepang.

Selanjutnya, yaitu kawasan Stadion Gelora Bung Karno. Selain sebagai salah satu lokasi pertandingan ketika Asian Games 2018, biasanya masyarakat juga dapat memanfaatkan untuk sarana berolahraga, seperti jogging ataupun lari.

Di salah satu sudut juga disulap menjadi taman yang biasa dimanfaatkan untuk foto-foto ataupun menikmati senja di Ibu Kota. Hehehe

Salah satu perhelatan di kawasan Stadion Gelora Bung Karno. Badminton Indonesia Master 2019. (Foto pribadi)

Tak hanya itu, GBK juga menjadi lokasi diadakannya konser dalam negeri ataupun luar negeri. Tahun lalu saja boyband asal Korea Winner dan iKON gunain tenis indoor sebagai lokasi konsernya. Terus band Gun n Roses pun sempat menggebrak penggemarnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

iKON (foto: @withikoic)

Bahkan festival makanan pun juga kerap diadakan di sana. Seperti festival dari Go-Jek. Makanannya bejibun, murah dan enak. Ada lokasi nonton bareng juga ada. Dulu waktu Piala Dunia 2018 ramai nonton bareng-bareng.

Kemudian, Bundaran Hotel Indonesia. Tahu kan di Jalan MH Thamrin itu ada icon nya patung selamat datang hahhah. Mau pagi, siang, sore ataupun malam tetap ramai dan sering macet. Banyak juga sejumlah masyarakat nongkrong di kolam Bundaran HI, ada yang sambil foto-foto ada juga menikmati starling (Starbucks keliling) di malam hari.

Lokasi ini juga menjadi tempat hunting foto yang menarik loh. Pelican crossing aja udah kaya di Shibuya, Jepang veris Jakarta. Sudut-sudut hotel dan mall nya pun juga menarik untuk dikunjungi.

Hotel dan Mal di dekat Stasiun Bundaran Hotel Indonesia (foto pribadi)

Kalau siang sampai malam ramai banget. Dan beberapa orang selalu mengabadikan momen-momen ketika menyebrang.

Pelican crossing ala Jakarta (foto pribadi)

Mungkin masih ada beberapa lokasi lainnya di sekitar Stasiun MRT Jakarta yang perlu didatangi dan menjadi lokasi piknik. Yuk, ikutan naik transportasi publik di Jakarta ..

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai